Belajar dari Tantangan dan Pengalaman Senin, 14 Oktober 2019

Belajar dari Tantangan dan Pengalaman Image © ISS Indonesia.

“Saya menyukai tantangan, dan ini adalah pengalaman. Yang saya rasain dengan challenge itu, manfaatnya banyak. Ternyata tak semudah yang dibayangkan juga karena berhadapan langsung dengan klien, karakter orang beda-beda. Ilmu-ilmunya juga tahu, ternyata ini ada output-based, outcome-based, IFS (Integrated Facility Services). School of life-lah di ISS ini.”

Begitulah menurut Kitman, salah seorang pemenang Puntadewa Club yang telah menerima hadiah paket perjalanan umrah selama 10 hari bersama ibunya. Dengan segala dinamika tantangan pekerjaan yang dihadapi, Security Manager ISS Indonesia untuk Danone Group ini berusaha untuk memaknai dan melaluinya sebagai proses belajar dalam kehidupan.

Menggeluti dunia layanan jasa keamanan sejak tahun 2004, perjalanan karir pria berusia 37 tahun asal Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat ini tentu bukanlah tanpa pengorbanan dan perjuangan. Kegagalan Kitman remaja untuk bisa masuk sekolah tentara demi cita-cita membanggakan orang tuanya, telah ia tebus dengan jerih payahnya di jalan yang berbeda, yaitu bidang security service. Bapak dua anak ini pun tak pernah malu mengakui profesinya. Saat anaknya bertanya tentang profesinya, ia bahkan selalu berkata bahwa pekerjaannya adalah menjadi Satpam atau Satuan Pengamanan.

Sejak resmi bergabung dengan ISS Indonesia pada April 2007, semangat pantang menyerah dan kerendahan hati seorang Kitman memang sudah begitu dikenal di lingkungan kerjanya. Tak heran, pengagum keberanian dan ketegasan Umar bin Khattab ini pernah mendapat kepercayaan untuk bertanggung jawab di beberapa area key account besar seperti Pondok Indah Mall I, Halliburton, dan kini Danone Group.

“ISS kan School of Life buat saya, dimana saya bisa (belajar) me-manage waktu dan di lapangan, bertanggung jawab, disiplin, tidak meremehkan hal-hal kecil dan tidak membesar-besarkan hal besar. Saya bekerja dengan tim, dengan senior ataupun bawahan, rekan kerja. Kita (saya) yang nyupir-lah, yang pegang kendali, tim saya mau dibawa kemana nih, kiri atau kanan atau lurus? Tim saya akan berkembang, nggak nih?” jelas Kitman.

Dalam setiap langkahnya, Kitman menyadari bahwa pengorbanan tanpa perjuangan adalah hampa, dan perjuangan haruslah diiringi dengan doa. Kitman juga meyakini, kepercayaan dan segala hal lain yang telah ia raih hingga hari ini tentunya bukan karena peranannya sendiri, melainkan juga adanya dukungan orang-orang di sekitar. Ibu dan keluarga kecilnya lah, yang telah menjadi dorongan motivasi Kitman selama ini.

“Terutama ibu ya. Pesan orang tua ‘Hati-hati, jangan tinggalin sholat, hidup harus jujur’ itu sampai sekarang ya (teringat). Sampai kemarin Puntadewa saya umrah, saya alhamdulillaah berangkat sama ibu saya. Ibu yang memang jadi motivasi saya, dukung saya. Selain dukungan yang luar biasa dari istri saya. Yah berangkat kerja, apalagi setelah di operation ini pagi saya sudah berangkat, istri saya nyiapin sarapan, ngebungkusin makanan, pulang malam. Tapi tetap sabar karena ini buat keluarga,” cerita Kitman.

Dalam 12 tahun dedikasinya bekerja, Kitman bersyukur dengan apresiasi perusahaan penyedia jasa/layanan fasilitas terpadu terkemuka di Indonesia ini kepada karyawannya. Selain hak-hak karyawan yang terpenuhi, apresiasi perusahaan pun diberikan kepada mereka yang berprestasi. Ia berharap, pelatihan-pelatihan ataupun workshop akan terus diadakan untuk mengembangkan kemampuan para karyawan.

Cerita Kitman yang terus belajar dari tantangan dan pengalaman, serta school of life yang dilaluinya diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua. Seperti halnya Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad SAW pernah berkata “Jadilah orang yang bermartabat, jujur, dan selalu menyampaikan kebenaran. Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar.” 


0 Komentar