Hikmah dari Konsistensi dalam Semangat Kejujuran dan Berpikiran Positif Rabu, 18 Maret 2020

Hikmah dari Konsistensi dalam Semangat Kejujuran dan Berpikiran Positif Image © ISS Indonesia.

Honesty is the main capital, keep spirit and positive thinking. Inilah prinsip seorang Erik Nurzaman dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, termasuk juga dalam pekerjaannya. Ya, kejujuran baginya adalah modal utama. Kejujuran yang tak sebatas jujur kepada orang lain, tetapi juga jujur pada diri sendiri, misalnya dengan mau mengakui kesalahan dan memperbaiki kesalahan itu. Kejujuran yang diikuti dengan semangat tanpa batas, dan selalu berpikiran positif.

Menggeluti profesi sebagai seorang petugas security selama 10 tahun terakhir, Erik pun selalu berusaha menerapkan semangat kejujuran dan berpikiran positifnya ini ketika dihadapkan dengan berbagai tantangan. Team Leader GBI Basilea Christ Cathedral ini tak mau ambil pusing dan tetap menikmatinya, sesulit dan sebanyak apapun tantangan itu untuk ia lalui.

“Tantangannya banyak sih, misalnya saat menghadapi anggota. Kita (saya) yang masih muda tiba-tiba harus memimpin yang usianya lebih tua, atau yang pengalaman hidupnya lebih banyak. Ya mungkin pressure dari pimpinan juga berbeda-beda, tapi enak semua. Walaupun awalnya cukup panik, tapi ya kita jalani semua. Lama-kelamaan ya bersahabat kok semuanya. Kembali lagi ke (pribadi) kita,” cerita pria kelahiran Subang, 29 tahun silam ini.

Erik bergabung dengan perusahaan penyedia layanan jasa dan manajemen fasilitas, ISS Indonesia, tepatnya pada Februari 2010 silam. Di masa awal ia bekerja, yang terpikir olehnya hanyalah kerja, kerja, dan kerja saja. Namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari akan banyaknya perubahan positif yang ia alami. Dari pekerjaan yang ia lakukan, ia pun belajar memahami arti keluarga dan kekeluargaan yang sesungguhnya, menjaga kepercayaan, hingga menghargai orang lain dalam jiwa toleransi.

“Karena saya membawa nama perusahaan, klien dan keluarga saya juga. Singkat cerita, sejak di area GBI (Gereja Bethel Indonesia) ini sekitar Juni 2015, saya masih awam waktu itu dan nggak tahu GBI ini apa, ternyata rumah ibadah gereja. Saya besar di pesantren, dan tugas ini saya terima, saya jalani. Jiwa toleransi saya jadi tumbuh, saling menghargai, kekeluargaannya. Di waktunya kita beribadah, mereka mempersilakan. Kita saling menjaga, tidak pernah sekalipun mereka melarang,” cerita Erik dengan antusias.

Sejumlah perubahan positif ini pun kian membangun karakter Erik sehari-hari, juga dalam bekerja di bidang pelayanan. Dengan mengedepankan kualitas pekerjaan, adalah ASK atau yang berarti juga Attitude (sikap dan perilaku), Skills (ketrampilan), dan Knowledge (pengetahuan); yang selalu ia tanamkan dalam memfasilitasi klien untuk mencapai tujuannya.

Upaya Erik dalam memimpin 20 man power dan bekerja sama dengan 3 rekan team leader-nya serta kolega di area GBI Basilea Christ Cathedral ini, mendapat pengakuan dan apresiasi dari klien dan jemaat gereja. Ia dikenal dengan kepribadiannya yang sangat baik, ramah, jujur, sopan, dan memiliki inisiatif yang tinggi.

“Pak Erik orangnya friendly banget ke semua orang yang ada di sini. Pak Erik juga melakukan pekerjaan sesuai dengan harapan, bahkan melebihi dari ekspektasi,” ungkap seorang staf di GBI Basilea Christ Cathedral, Abigail Florencia.

Sementara itu salah satu jemaat di gereja ini, Abraham Cores mengatakan, “Pak Erik itu adalah sosok yang tegas dalam menjalani tugasnya. Walaupun dia tegas, dia tetap friendly kepada siapapun orang yang datang.”

Kinerja Erik bagi Senior Supervisor GBI Basilea Christ Cathedral, Utar Muhayat dinilai pantas mendapatkan apresiasi tinggi karena konsistensinya di area. “Erik konsisten dalam disiplin kehadiran tepat waktu dan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan ekspektasi klien. Loyalitasnya all out (dengan semua kekuatan, kemampuan, dan sumber daya yang ada). Pengawalan owner itu wajib di setiap kebaktian, dan selalu Erik yang diminta klien (untuk mengawal),” jelasnya.

Erik memang tak pernah sekalipun memimpikan dirinya akan berdiri di panggung para karyawan terbaik di ISS Indonesia. Baginya, hal ini adalah apresiasi yang memberinya kesempatan sekaligus harapan untuk masa depannya yang lebih baik.

“Mereka (rekan-rekan karyawan terbaiknya) ini orang-orang hebat semua. Saya berkaca pada diri saya, saya ini apa? Tapi saya percaya diri saja, dengan meyakini bahwa saya bisa, dan semampunya akan saya lakukan. Jadi nggak akan menyerah sebelum saya melangkah,” ungkapnya.

Erik Nurzaman merupakan salah satu kandidat Puntadewa Club pada GREAT Award 2020. Erik bersama dengan 74 kandidat Puntadewa Club yang lain, serta para karyawan penerima penghargaan di The Best Employee, diharapkan dapat menjadi teladan bagi orang-orang lain di Iingkungan sekitarnya.


0 Komentar