Papa yang Ke-Bapak-an Tapi Sangat Disiplin Kamis, 02 Februari 2017

Image © ISS Indonesia.

“Papa Dian .. papa Dian … “ suara seorang karyawati jelas terdengar di tengah hiruk pikuk pengunjung mall siang itu memanggil seorang lelaki berpostur tegap dan berkacamata yang sedang berjalan. Yang dipanggil ‘Papa Dian’ pun berpaling dan dengan ramah menghampiri karyawati yang memanggilnya.

Yang dipanggil ‘papa’ sebenarnya bukanlah ayah dari si karyawati. Dian Trisno, nama lengkapnya. ‘Papa Dian’ adalah julukan dan panggilan akrab kerabat  kerja serta bawahannya. Meski menyandang jabatan Service Manager ISS Indonesia yang ditempatkan di sebuah mall di Jakarta Barat, Dian merasa tak keberatan orang memanggilnya atau menjulukinya dengan ‘Papa Dian’.  “Mungkin karena usia saya memang sudah tidak muda lagi … haha,” ujarnya.

Dian memang berkarakter ke-bapak-an sehingga banyak orang, terutama bawahannya yang merasa diayomi oleh pria kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1970 itu. Kendati begitu, kehidupan Dian penuh dengan disiplin. Penggemar es dawet ini sudah terbiasa bangun jam 4 pagi dan berangkat jam 5 pagi. “Saat tetangga masih terlelap di tempat tidur, saya sudah di jalan raya,” katanya.

Sikap disiplin ini merupakan salah-satu yang ia syukuri setelah bekerja di ISS Indonesia sejak 1 Juli 1997. “Saya merasa hidup lebih teratur dan lebih nyaman,” akunya. Padahal, untuk remaja seusia dia saat itu, mungkin bukan hal yang biasa dan sulit sekali untuk berdisiplin.

Dian pun tak tergganggu dengan persepsi orang terhadap dirinya yang menganggap ia ‘gila kerja’. “Semua saya terima dan jalankan dengan nyaman. Apa yang saya lakukan hanya bagian dari manajemen waktu,” tegas pria berkacamata minus 2 ini. 

Yang jelas, berkat kedisplinannya itu pengagum Mahatma Gandhi ini beberapa kali meraih penghargaan Quality Award di ISS Indonesia. Penghargaan yang paling tinggi ia pernah raih adalah gelar The Best Bintang 4 pada 2003.

Selain soal kedisplinan yang ia rasakan sejak bekerja di ISS Indonesia, Dian juga merasa sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan sebesar ISS Indonesia. “Sedikit sekali rasanya ada perusahaan yang mau menerima calon pegawai hanya lulusan SMA atau sederajat, tapi sangat menghargai kinerja dan prestasi karyawannya,” katanya.

Menurut Dian, seharusnya perusahaan lain belajar banyak dari ISS Indonesia dalam hal menghargai para karyawan. “Jarang perusahaan yang memberikan kesempatan jenjang karier yang demikian luas bagi karyawannya yang hanya lulusan SMA,” tukas ayah tiga putri ini.

Meski begitu, Dian berharap ISS Indonesia di masa mendatang bisa melakukan program CSR untuk membantu anak-anak terlantar dan cacat fisik. “Agar mereka bisa tersenyum,” begitu alasannya yang sangat sederhana ketika ditanya apa tujuan program CSR  yang ia dambakan itu.

Kepedulian pada sesama memang sangat lekat pada karakter Papa Dian ini. Ia pun bercerita sebuah kisah yang tak pernah ia lupakan. Di saat awal bekerja di ISS Indonesia di mana ia ditempatkan di sebuah mall di Jakarta Selatan, Dian mengetahui ada orangtua dari salah-satu kliennya yang membutuhkan donor darah.

“Saat itu, banyak orang berempati terhadap penderitaan si sakit. Namun, saat diminta untuk berdonor darah tak ada yang bersedia,” kenangnya. Dian pun agak ragu ketika itu. Namun, akhirnya ia memberanikan diri untuk berdonor. Apa mau dikata, dalam waktu hampir bersamaan, ia mendapatkan berita bahwa orangtua kliennya sudah tak tertolong lagi.

“Itulah penyesalan yang tak pernah saya lupakan hingga saat ini,” tutur Dian. Sejak saat itu, katanya lagi. “Saya selalu rajin menjadi pendonor darah hingga sekarang.” Dian pun kemudian meyakini pada sebuah prinsip ‘kejujuran adalah harga diri, menolong orang lain adalah kewajiban’!

Di akhir obrolan dengan GREAT ISS, Dian hanya berujar, “Saya berharap apa yang saya ceritakan ini bisa menjadi inspirasi banyak orang sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa tertolong. Itu saja.”

Tak berlebihan memang julukan ‘Papa Dian’ melekat pada diri seorang pria sederhana, murah senyum dan ke-bapak-an ini. **


0 Komentar
Artikel Terkait
Kamis, 25 Mei 2017

Sulap Pura Hingga Mengkilap

Senin, 28 November 2016

ISS Bandung dan Anak-Anak Panti

Senin, 28 November 2016

Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi

Rabu, 21 November 2018

Kegiatan CSR di Masjid Agung Kudus