Ingin Seperti Ibu yang Tak Kenal Lelah Jumat, 12 Mei 2017

Ingin Seperti Ibu yang Tak Kenal Lelah Image © ISS Indonesia.

Pria muda bertubuh kurus itu memandang perempuan berusia senja yang sedang menyeruput teh hangat di hadapannya. Gurat lelah di wajahnya yang keriput seakan sirna dengan semangatnya yang masih menyala. Meski tubuhnya semakin renta, nyatanya ia masih sanggup melakukan rutinitasnya, mengurus keluarga sekaligus bekerja di sawah hingga petang. Fajar itu, sang mentari belum menyapa, tetapi ia sudah bersiap-siap dengan perbekalan yang digendong dengan kain panjang lusuhnya. “Ajid, ibu pergi ke sawah dulu. Jangan lupa sarapan ya nak, sudah ibu siapkan di dapur,” ujar sang wanita tua itu.

Pria muda yang dipanggil Ajid itupun mengangguk sambil melemparkan senyumnya kepada ibu tercinta. “Hati-hati bu,” ujarnya sambil mengecup kening sang ibu. Dipandanginya kepergian sang ibu. Air mata pun mulai menggenang di wajahnya. “Sampai kapan aku terus menganggur seperti ini. Ibu yang sudah tua saja masih semangat bekerja ke sawah. Aku juga harus cepat bekerja supaya bisa membahagiakan ibu,” gumamnya.

Cita-cita mulia Ajid didengar Tuhan. Pria kelahiran Kuningan ini kemudian mendapat informasi dari sang kakak yang memiliki teman yang bekerja di ISS. Akhirnya, berbekal ijazah SMK dan semangat untuk membahagiakan sang ibu, Ajid pun mencoba peruntungannya. Ternyata ia lulus. Tepat pada tanggal 3 Juli 2007, Ajid resmi berprofesi sebagai staf cleaner di ISS Indonesia. Ajid, tak pernah malu menjalani pekerjaannya itu. Apa gerangan rahasianya? “Harus melakukan yang kecil lebih dahulu agar bisa menjadi besar,” ujar Ajid kepada tim Great People dengan penuh percaya diri.

Perlahan tapi pasti, nasib Ajid pun berubah. Dari segi materi misalnya, Ajid bersyukur kini mampu mencukupi kebutuhan hidupnya, bahkan mengirimkan uang kepada sang ibu setiap bulannya. Selain itu, pria penyuka jus alpukat ini pun mengaku sikap positifnya semakin terasah sejak bergabung dengan ISS. “Perilaku saya sebelum bergabung dengan ISS sudah baik. Sejak masuk ISS semakin baik lagi karena ISS itu seperti sekolah kehidupan yang mengajari saya banyak hal. Contohnya menghargai sesama. Saya juga semakin memiliki rasa bersosialisasi terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Karenanya, pria berusia 30 tahun ini yakin dirinya dulu tak salah melangkah. “Saya waktu itu tidak tahu kalau di ISS itu ada jenjang karirnya. Tapi saya yakin untuk melamar di ISS dengan harapan untuk mengubah hidup saya. Ternyata di ISS itu ada jenjang karirnya dan yang pasti lebih bagus dibandingkan perusahaan lain yang sejenis,” tutur Ajid yang kini dipercaya sebagai Team Leader.

Hampir 10 tahun berlalu sejak Ajid bergabung dengan ISS. Semangat dan kinerja pria yang mengagumi Rhoma Irama ini patut diacungi jempol. Misalnya saja, sebagai seorang team leader, ia mewajibkan dirinya untuk mengecek langsung ke lapangan agar bisa melihat langsung kinerja para anak buah. Berkat semangatnya dalam bekerja, Ajid berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Employee. Pencapaian yang berhasil diraihnya itu pun dianggapnya sebagai pecutan untuk lebih sukses lagi. “Saya ingin lebih sukses lagi bersama ISS. Dan yang pasti, semakin berumur, saya ingin seperti ibu yang masih semangat bekerja,” pungkasnya dengan penuh optimis.


0 Komentar
Favorite Pembaca