Nekat Merantau Demi Merajut Mimpi Rabu, 26 Juli 2017

Nekat Merantau Demi Merajut Mimpi Image © ISS Indonesia.

“Single fighter.” Begitulah Hengki Putra, Team Leader Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, memberi gambaran tentang dirinya saat mengenang kisah perjalanan karirnya dahulu. Bagaimana tidak. Usai lulus SMA, Hengki nekat merantau ke Jakarta dari kota kelahirannya, Lampung, demi mencari kehidupan yang lebih baik. Tentu bukan hal yang mudah merantau di ibukota, apalagi seorang diri dengan modal pas-pas an. Hengki pun terpaksa menetap sementara di kos seorang kerabatnya di Bekasi lantaran modal yang dibawanya tidak cukup untuk menyewa tempat tinggal.

Beruntung, Hengki kemudian mendapat informasi lowongan kerja dari salah seorang temannya yang bekerja sebagai sekuriti ISS. Mengikuti jejak sang teman, Hengki pun melamar sebagai sekuriti. Sayangnya, lamaran pria berusia 22 tahun ini ditolak lantaran tidak memenuhi persyaratan. “Saya terlalu kurus untuk menjadi sekuriti. Alternatifnya, saya ditawari di bagian parking atau gondola. Saya pilih parking karena saya pikir lebih enak kerjanya,” ungkap Hengki.

Tidak lama setelah itu, Hengki pun ditempatkan di salah satu mal di Jakarta Utara. Dari situlah cobaannya dimulai. Karena keterbatasan biaya, Hengki masih belum mampu menyewa tempat tinggal sehingga ia harus kembali menumpang hidup di rumah salah seorang sanak saudaranya di Kramat Jati. Ini bukanlah hal yang mudah dijalani sebab jarak tempat tinggal dan tempat kerja terbilang cukup jauh. “Karena tidak ada dana untuk transportasi, setiap hari saya berjalan kaki dari rumah ke stasiun yang jaraknya kira-kira 2 – 3 km,” kenangnya.

Tidak hanya kendala jarak, pria yang doyan makan bakso ini juga kerap menghadapi tekanan dalam bekerja. “Menjadi petugas parkir itu ekstrim. Saya pernah hampir ditampar oleh customer karena tempat parkir sudah penuh. Padahal ini bukan kesalahan saya,” cerita Hengki. Meski terlihat sulit, pria pengagum Jokowi ini tetap menjalaninya dengan giat dan sabar. Sebab, Hengki punya mimpi ingin sukses sedini mungkin.  

Nasibnya mulai berubah saat ia dipindahkan ke salah satu rumah sakit di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam waktu tiga tahun, karena kegigihannya, Hengki mendapat promosi sebagai Team Leader. Ia pun mulai bisa menyewa tempat tinggal sendiri dan menyambi kuliah S1 jurusan akuntansi.

Letih bekerja bagi Hengki bukanlah halangan untuk melanjutkan sekolah. Yang penting, kata Hengki, dirinya harus bisa mengatur waktu dengan baik. “Sebagai team leader, saya harus bisa menjadi contoh. Saya berangkat kerja jam 5 pagi, dan pulang jam 4 sore. Lalu saya kuliah mulai pukul 7 malam hingga pukul setengah 9 malam. Pukul 10 malam saya langsung beristirahat. Bila sedang ada tugas, maka usai pulang kerja, saya langsung ngerjain tugas di office atau di tempat kos,” tutur Hengki tentang aktivitas hariannya.

Pria penggemar grup band Wali ini berharap bisa terus berkarir di ISS sambil menjalani kuliahnya. “Harapan saya, adalah menjadi Supervisor area dan lulus kuliah dalam waktu 3,5 tahun,” pungkasnya dengan semangat yang membara.


0 Komentar