Gempa Palu Mempererat Ikatan Kekeluarga dan Karyawan ISS Jumat, 16 November 2018

Image © ISS Indonesia.

Gempa yang mengguncang kota Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya yang diikuti dengan tsunami pada 28 September lalu, telah meluluhlantakan ribuan bangunan dan menelan ribuan korban jiwa. Sebanyak 60 orang karyawan PT ISS Indonesia turut menjadi korban bencana tersebut, bahkan tiga di antaranya meninggal dunia. 

Manajemen ISS langsung bergerak cepat membantu karyawan ISS yang terdampak gempa dan tsunami di Palu. Pada tahap awal, ISS mengirimkan bantuan uang senilai Rp1.500.000 per orang kepada 60 karyawan ISS yang terdampak bencana.  

Seluruh karyawan ISS menggalang pengumpulan dana untuk rekan-rekan di Palu. Dari aksi tersebut terkumpul sebesar Rp119 juta lalu manajemen menambahkan jumlah yang sama sehingga terkumpul Rp238 juta. Jumlah ini kemudian dibagikan kepada masing-masing karyawan ISS di Palu sebesar Rp3,9 juta.  

Selain itu, ISS di Thailand juga mendonasikan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta bagi keluarga karyawan ISS yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami. 

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian manajemen dan karyawan ISS kepada rekan-rekan mereka yang sedang ditimpa kemalangan. Momentum ini memperkuat ikatan kekeluargaan ISS Indonesia,” ujar Febry.     

Menurut cleaner ISS di area XXI Grand Mall Palu, Moh Rifaldi, bantuan dari manajemen ISS segera disalurkan kepada karyawan dan keluarga karyawan yang meninggal. 

Alhamdulillah, semua sudah tersalurkan. Kami merasa bahagia karena ada perhatian yang besar dari manajemen kantor pusat ISS kepada kami. Bantuan ini sangat bermanfaat, sebab setelah bencana harga barang-barang melonjak, terutama bahan pangan. Harga BBM sempat meroket hingga Rp25.000 per liter,” ucap Rifaldi. 

Febry menuturkan, saat ini manajemen ISS juga membantu proses pencairan BPJS ketenagakerjaan karyawan yang meninggal untuk diserahkan kepada ahli waris atau keluarganya.  *** 

 


0 Komentar
Artikel Terkait
Senin, 28 November 2016

Jaga Warisan Budaya

Senin, 28 November 2016

ISS Bandung dan Anak-Anak Panti