Memaknai Kerja Sebagai Ibadah Kamis, 17 Januari 2019

Memaknai Kerja Sebagai Ibadah Image © ISS Indonesia.

“Selamat pagi Bu, sudah merasa lebih baik hari ini? Sprei-nya saya ganti sebentar ya Bu,” sapa Eka dengan penuh senyum ramah kepada seorang pasien rawat inap di rumah sakit tempatnya bertugas. 

Lajang 23 tahun ini terlihat begitu lincah bergerak menyusuri koridor demi koridor dan kamar-kamar yang ada di RS Pondok Indah Puri demi memastikan bahwa semua dalam kondisi bersih dan siap digunakan. Tutur katanya jelas dan tegas menunjukkan betapa semangat kerja dalam dirinya terus menyala. Tidak heran jika saat ini ia dipromosikan sebagai team leader di areanya setelah lebih dari dua tahun bergabung dengan ISS Indonesia. 

Menurut Eka, seorang room attendant di rumah sakit mesti bisa memastikan semua kebutuhan di kamar pasien terpenuhi dengan baik, karena kenyaman pasien sangat membantu proses penyembuhan. 

“Waktu pertama-tama bekerja sempat sih merasa kok pekerjaan sebagai cleaner begini amat ya?  Namun seorang teman yang sekarang ada di area Terminal 3 Soekarno-Hatta memacu semangat saya untuk terus bekerja. Dia bilang masa’  kamu sudah menyerah sebelum perang,” kenang Eka. 

Semangat kerja seperti inilah yang ingin terus ditularkan Eka kepada teman-temannya di area. Pencapaian Bintang 3 (Arjuna Award) yang berhasil diraihnya adalah buah manis dari konsistensibdan komitmen pada hasil kerja yang maksimal. Penggemar olah raga badminton ini ingin terus memotivasi teman-teman di areanya agar bisa menjadi seperti dia. “Saya selalu menganggap bahwa kerja itu adalah ibadah, sehingga saat kita bekerja tidak merasakan bahwa pekerjaan itu sebagai beban,” ujar Eka berbagi tips.

Sebagai anak sulung dari dua bersaudara, Eka menyadari perannya sebagai pendukung ekonomi kedua orang tuanya yang berada di Lampung. Jika sebelumnya Eka memiliki kesempatan untuk pulang kampung dan bertemu orang tuanya setiap bulan, saat ini hal itu jarang dilakukan mengingat proses promosinya menjadi seorang team leader. “Orang tua saya memahami kondisi saya saat ini dan mereka juga memberi restu untuk saya terus jalan (menjadi seorang team leader), “ tutur Eka.

Perasaan bangga bercampur haru menyeruak dalam dirinya ketika semua kerja keras yang dilakukan selama ini mendapat penghargaan pada ajang ISS The Best Employee 83, September 2018 silam. Pin Arjuna Award pun disematkan di kerah bajunya. “ISS memberikan kami jenjang karir yang jelas asalkan kita mau menjalankan segala instruksi yang kita terima sesuai kemampuan kita,” jelas Eka.

Bersedia dan mampu bersikap tegas kepada teman-temannya yang melakukan kesalahan saat bekerja adalah dua hal yang diletakkan klien saat ini pada pundaknya. Eka menerima amanat ini sebagai pertanda bahwa klien sangat memerhatikan dan ingin terus bekerja sama dengan ISS Indonesia guna mencapai tujuan bersama – memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, keluarga, dan pasien rumah sakit.


0 Komentar
Artikel Terkait
Belajar dari Tantangan dan Pengalaman
Senin, 14 Oktober 2019

Belajar dari Tantangan dan Pengalaman

Pantang Pulang Sebelum Padam
Minggu, 08 April 2018

Pantang Pulang Sebelum Padam

Usia Bukan Halangan Untuk Berkarya
Senin, 02 Oktober 2017

Usia Bukan Halangan Untuk Berkarya

Ubah Phobia Menjadi Prestasi
Rabu, 04 April 2018

Ubah Phobia Menjadi Prestasi