Harta Pusaka dalam Kejujuran Didi Suryadi Senin, 22 Juli 2019

Harta Pusaka dalam Kejujuran Didi Suryadi Image © ISS Indonesia.

Bagi seorang Didi Suryadi, nilai kejujuran sangatlah berharga. Nilai kehidupan ini selalu ia tanamkan dan terapkan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Berawal dari kejujurannya juga, cleaner ISS Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ini menerima penghargaan Punakawan Club karena mengembalikan uang sebesar Rp60,6 juta beserta barang berharga lain milik seorang penumpang jemaah umrah, yang tak sengaja ia temukan di bulan Ramadan silam.

“Saya lagi dusting area boarding mau masuk ke pesawat di BL 16, lalu saya lihat ada tumpahan kopi. Karena itu bahaya, (lalu) saya bersihkan. Tiba-tiba saya lihat ada tas di bangku, saya nggak tahu punya siapa. Tasnya saya pegang, lalu saya cari yang punya tas. Kemudian tasnya saya serahkan ke Kabarata 13, dan saya kembali ke area BL 12 untuk ambil trolley. Dari jam 14.30 sampai 16.30, tasnya saya tahan karena tidak ada yang mengaku (memilikinya). Akhirnya tasnya dibuka bareng-bareng, ternyata di dalam tas ada uang dalam plastik warna putih, uang baru berjumlah total Rp60,6 juta. Ada juga kartu ATM, kartu identitas seorang jemaah umrah, SIM mobil, STNK, kartu dan nomor telepon. Sudah ditelepon tapi ternyata (pemiliknya) sudah berada di pesawat, kita bingung,” aku Didi saat menceritakan kronologis kejadiannya.

Kejujuran hanyalah satu dari sikap dan perilaku positif yang begitu menginspirasi, lewat perjalanan hidup pria berusia 26 tahun ini. Dalam kesehariannya, cleaner yang ditugaskan di area koridor BL 16 ini juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Hal ini salah satunya tercermin lewat kebiasaannya bersepeda di setiap ia berangkat bekerja. Dari tempat tinggalnya di daerah Tangerang, satu jam lamanya mengayuh sepeda menuju titik penjemputan karyawan bandara ia lakukan. Menjadi seorang cleaner juga tidaklah pernah menjadi cita-cita bagi lulusan Sekolah Teknik Menengah (atau STM) ini. Namun baginya, selama pekerjaan itu halal ia lakukan, apapun ia kerjakan demi cita-citanya sesederhana ingin menjadi orang yang berhasil dan memiliki masa depan, agar bisa menyenangkan keluarganya.

Jauh sebelum bergabung dengan ISS Indonesia tepatnya pada November 2015, optimisme selalu Didi miliki dalam menjemput rejeki dari Sang ilahi. Termasuk saat ia pernah menjalani profesi sebagai pedagang koran di sekitar lampu lalu lintas dekat Pintu Air Tangerang. Kondisi kesehatan ibunya yang tengah mengalami stroke dan keinginan kuatnya untuk bisa terus mengobat, menjadi penyemangatnya untuk bisa membahagiakan orang tua dan keluarga.

Kini setelah hampir 4 tahun lamanya bekerja secara layak di perusahaan penyedia manajemen fasilitas terpadu terbesar di Indonesia ini, optimisme Didi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik pun semakin tertanam. “Kerja di sini untuk berbuat kebaikan, jujur, 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun), harus semangat, sopan santun, harus mengikuti aturan. Walaupun capek, tetapi harus semangat karena ISS luar biasa,” ungkap Didi yang bersemangat menceritakan harapannya untuk menjadi lebih baik bersama ISS Indonesia.

Kepedulian Didi terhadap lingkungan sekitar juga semakin berkembang. Di lingkungan tempat tinggalnya, Didi menginisiasi gerakan peduli kebersihan dengan bergotong-royong mengadakan kerja bakti bersama warga sekitar. “Di daerah kampung saya suka ada buang sampah sembarangan, dan saya mencegah itu. Saya menjadi ketua untuk kerja bakti agar lingkungan bersih dan tidak ada yang membuang sampah sembarangan. Agar warga makin semangat, disediakan juga gerobak (sampah),” cerita Didi tentang kemajuan yang dialami lingkungan tempat tinggalnya saat ini.

Berawal dari kejujurannya, Didi telah membuktikan kebanggaannya sebagai bagian dari keluarga ISS Indonesia. Ia pun bangga telah mampu mengamalkan nilai-nilai positif bangsa Indonesia ke dalam kehidupan sehari-harinya. Kini demi menggapai cita-cita keberhasilan untuk masa depannya, Didi berharap untuk dapat terus berkarir bersama ISS Indonesia. “Harapan saya yaitu semoga (kontrak kerja) saya dapat diperpanjang dan menjadi karyawan tetap di PT ISS Indonesia ini,” katanya dengan penuh semangat.

Cerita kejujuran Didi membawa kita kepada pesan dari seorang tokoh proklamator bangsa, Mohammad Hatta. Beliau pernah berkata bahwa Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki. Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran. Kejujuran Didi layaknya harta pusaka dalam perjalanan hidupnya, yang akan selalu ia ingat demi menggapai keberhasilan di masa depannya.


0 Komentar
Artikel Terkait
Ubah Phobia Menjadi Prestasi
Rabu, 04 April 2018

Ubah Phobia Menjadi Prestasi

ISS Adalah Milik Kita
Kamis, 07 September 2017

ISS Adalah Milik Kita

Melayani Tanpa Kenal Waktu
Rabu, 03 Mei 2017

Melayani Tanpa Kenal Waktu